Jokowi Tekankan Untuk Kurangi Kelola Tembakau

Jokowi Tekankan Untuk Kurangi Kelola Tembakau

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi berpendapat bahwa kebijakan pengendalian tembakau selama era Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengalami kemunduran. 

Indikator yang paling menonjol, katanya, adalah peningkatan tingkat prevalensi penyakit tidak menular seperti kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes mellitus, dan hipertensi.

Ada peningkatan tajam ketika membandingkan data Riset Kesehatan Dasar 2013 (Riskesdas) dengan data Riskesdas 2018, kata Tulus Selasa, 12 Maret, saat diskusi yang diadakan oleh Institut Pembangunan Sosial Indonesia di Jakarta.

Tulus menguraikan bahwa prevalensi kanker pada 2013 berada pada 1,4 persen dan naik menjadi 1,8 persen pada 2018; tingkat prevalensi kanker juga meningkat dari 7 persen menjadi 10,9 persen penyakit ginjal kronis dari 2 persen menjadi 3,8 persen; dan diabetes mellitus dari 6,9 persen menjadi 8,5 persen.

Meski rokok bukan satu-satunya penyebab penyakit itu, Tulus mengakui, konsumsi produk tembakau di Indonesia jelas memberikan kontribusi. “Lebih dari 35 persen orang Indonesia adalah perokok pasif dan 70 persen dari mereka adalah perokok aktif, katanya.

Selain itu, produksi rokok negara itu mencapai 350 miliar keping, "dan 90 persen di antaranya dikonsumsi oleh orang Indonesia, kata Tulus, menambahkan bahwa pajak rokok Indonesia termasuk yang terendah di dunia.

Menurut Tulus, kenaikan angka prevalensi penyakit tidak menular membuktikan bahwa Jokowi tidak dapat mengendalikan konsumsi rokok. Akibatnya, kinerja Badan Kesehatan dan Jaminan Sosial (BPJS Kesehatan) menurun. 

Pada puncaknya, [BPJS Kesehatan] mengalami pendarahan keuangan pada 2018, sebesar Rp16,5 triliun. Namun, Tulus menilai bahwa Prabowo Subianto juga kurang memiliki visi tentang pengendalian tembakau, selain Jokowi. 

Di era Jokowi, ada kemunduran dalam pengendalian kebijakan tembakau, sementara Prabowo juga tidak memiliki visi yang jelas tentang masalah ini, pungkasnya.
Diberdayakan oleh Blogger.